Mahasiswa Unisba Menggelar Aksi Demonstrasi Dalam Rangka Mengevaluasi 2 Tahun Kinerja Prabowo-Gibran
(Foto: Diara Aprilia Gustia/KMJurnalistik.com)
Oleh: Khansa’ Maytria Suryaputri
Bandung tak henti-hentinya menyuarakan aspirasinya lewat aksi demonstrasi yang kali ini diinisiasi oleh mahasiswa Universitas Islam Bandung. Aksi tersebut digelar pada Senin (02/11). Massa aksi bergerak dari kampus 1 Universitas Islam Bandung menuju Taman Cikapayang, lalu melakukan long march menuju area Gasibu, dan berakhir di depan Gedung DPRD Jawa Barat.
Dalam aksi tersebut mahasiswa menyuarakan keresahan yang sedang terjadi. Keresahan tersebut disuarakan melalui beberapa tuntutan yang mencakup transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Danantara dan kekayaan negara, evaluasi pelaksanaan program kerja Makan Bergizi Gratis (MBG), perlindungan lingkungan hidup, transparansi pengelolaan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), transparansi tata kelola dan otonomi perguruan tinggi, evaluasi stabilitas pasar modal dan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), penjaminan penegakan hukum dan demokrasi, pemenuhan hak atas kesehatan, pembangunan komunikasi publik dan keterbukaan pemerintah, penanganan kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA) secara serius, serta pemulihan dan pemerataan pendidikan.
Salah satu mahasiswa menyatakan bahwa persoalan utama yang melatar belakangi demonstrasi ini adalah bagaimana masyarakat mendapatkan keberlangsungan hidup.
“…Berapa banyak hari ini masyarakat yang tidak mendapatkan pendidikan? Berapa banyak hari ini masyarakat yang tidak bisa mendapatkan makan? Dalam posisi kesejahteraan, berarti kan itu ada beberapa klasifikasi lagi bagaimana akhirnya masyarakat ini mendapatkan pendidikan, bagaimana akhirnya masyarakat ini mendapatkan keberlangsungan hidup,” jelas Ferry Anwar selaku koordinator lapangan saat diwawancarai KMJurnalistik, pada Senin, (2/11) di area Gedung DPRD Jawa Barat.
Perwakilan mahasiswa yang lain pun menegaskan tuntutan mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA) haruslah ditetapkan sebagai bencana nasional..
“…Sejauh ini KARHUTLA belum disampaikan (kepada pemerintah pusat) bahwa itu merupakan bencana nasional,” ujar Salwa Syallaisyah.
Dengan tegas salah satu mahasiswa meminta pemerintah melakukan evaluasi dan juga peduli akan masalah hutan dan juga masalah alam di Indonesia, hal itu disampaikan Delian Windu yang akrab disapa Adel.
“Mungkin untuk dievaluasi, tolong lebih peduli masalah hutan, masalah alam di Indonesia ini. Itu sih dari aku,”
“Aku pengen sedikit kata-kata aja ya, forest not fires,” pungkas Adel.
Editor: Zidan Al-Afgani
