Bandung Zine Fest 2026: Amplifying Zines, Panggilan Untuk Semua Zinemakers di Indonesia

(Foto: Haikal Al-Fath Ramadhan/KMJurnalistik.com)

Oleh: Haikal Al-Fath Ramadhan

Pada hari Sabtu, 7 Februari 2026, sedang diselenggarakan acara Bandung Zine Fest 2026 (BZF) yang bertempat di Tjap Sahabat, Jl. Cibadak No. 168A, Kota Bandung. 

Acara Bandung Zine Fest tahun ini diselenggarakan selama dua hari, dari tanggal 7 – 8 Februari 2026. Acara dibuka pada pukul 12.00 WIB oleh para zinemakers yang sudah mensubmisi karyanya, pada pukul 14.00 – 15.00 WIB acara ini dilanjutkan dengan program ngobrol bareng yang diisi oleh Deden (Alternaive) sebagai moderator, Ilham Fadilah (Cosumed) dan Dinda Anindita (Bekawan Sekebun) sebagai pembicara, dengan topik pembahasan “Is Print Really Dead: Melihat ekosistem medium cetak hari ini dan nanti.

Selain itu adapun program workshop gratis yang diselanggarakan pada pukul 13.00 – 16.00 WIB, dengan judul “What I Realized When I Looked Around” yang diisi oleh Cecilia Elma yang juga seorang fotografer asal Jakarta, workshop ini akan mengajak peserta berjalan mengelilingi area Bandung Zine Fest dan menangkap momen – momen yang menarik perhatian menggunakan ponsel masing – masing.

“Buat tahun ini sebenernya judulnya tuh Amplifying Zines, jadi pengen nge sounding lagi buat temen temen penggiat atau para zinester untuk berkumpul lagi di acara hari ini, karena kami terakhir tahun 2024 sudah cukup lumayan lama sudah dua tahun, makanya pengen ngumpulin para penggiat atau zinester lagi.” Ujar Daffa sebagai pihak penyelenggara.

Adapun para peserta pameran yang mengisi acara Bandung Zine Fest pada tahun ini diantaranya, Bandung Bergerak, Berkawan Sekebun, Golosor Times, Kolektif Ketok Magic, Studio Pancaroba, 51 Personae, Alternative, Arungkala x In-Progres Initiatives, Behelit Press x Fahmi15, Belalang, Bersemai Sekebun x Kolektif Hysteria, Bloom, Claudiclara x Chamealone x Gurat M x Baskuat, Dogsdays x Kurnia Ngayuga Wibowo, Dug Press, Elora Zine, Esih Zine x Highvolta Lab, Fuccuroya, Furiburi !, Gandhi Eka (Supergunz), Grrow Press, Gula-Gula x BSA x Perpusjal BDG x Rise Above, Gutsy Prune x Nawseous x Ketawatiwi, Hardantee, Intro Magz, Iqbalmstrmnd, Jugularjungle x Duo Dial, Kalesal, Kape Mart, Kommunars, Kongszine, dan masih banyak lagi.

“Sebenernya kalo dari kacamata saya pribadi kalau soal media cetak hari ini jadi itutu jadi sebuah kemahalan tersendiri, karena cetak itu sekarang udah sangat tergantikan, jadinya kalo setiap ada individu – individu atau temen temen yang berani buat nyetak karyanya jadi sebuah penghargaan tersendiri bagi mereka yang berkarya sama bagi penikmatnya juga kesannya ada rasa memilikinya juga ketika punya karya cetak, jadi karya cetaknya itu lebih hidup dan memiliki nilai yang lebih naik lagi.” Ujar Daffa sebagai pihak penyelenggara.

Bandung Zine Fest 2026 ini juga diharapkan bisa menjadi sebuah wadah apresiasi untuk para pembuat zine di Indonesia yang dan juga untuk menjalin silaturahmi agar komunitas pembuat zine di Indonesia lebih erat.

Editor: Rafli Fitrananda Alsa