Mimbar Bebas Unisba: Seruan Kampus sebagai Ruang Aman dan Damai
(Foto: Dendi Ardiansyah/KMJurnalistik.com)
Oleh: Asep Andika
Bandung, 5 September 2025, Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar aksi damai dengan tajuk Mimbar Bebas. Aksi ini diselenggarakan pasca kejadian 1 September 2025 sebagai refleksi atas tindakan represif aparat terhadap massa aksi.
Dalam aksi damai tersebut, mahasiswa membuka ruang bagi civitas Unisba untuk memaparkan keluh kesah. Mereka juga menggelar aksi simbolik dengan menyalakan lilin dan menaburkan bunga guna mengenang para korban dari tindakan represif aparat.
Rizky, mahasiswa Unisba, menyampaikan bahwa acara ini sangat penting untuk menjaga solidaritas dan mengenang para pejuang yang telah gugur.
“Aksi ini juga sangat penting karena untuk mengenang beberapa teman pejuang kita yang sudah berpulang terlebih dahulu,” ujarnya.
Menurut Rizky, acara ini dapat menjadi seruan untuk mengembalikan suasana kampus agar kembali aman bagi seluruh mahasiswa pasca penembakan gas air mata oleh aparat kepolisian.
“Berkaca dari kejadian kemarin, sekarang mahasiswa jadi takut untuk beraktivitas di kampus. Gunanya aksi kali ini untuk meyakinkan bahwa kampus sebagai ruang akademik adalah ruang yang damai dan nyaman,” tuturnya.
Pembacaan puisi juga turut mewarnai mimbar bebas. Faris, salah satu deklamator, menggambarkan bahwa karya sastra bisa menjadi cara menyampaikan aspirasi.
“Menurut saya itu adalah bentuk yang sangat bersih untuk beraspirasi dengan membalutkan seni. Itu salah satu cara saya mengekspresikan aspirasi agar lebih dapat diterima dan difahami oleh semua orang,” ucapnya.
Selain itu, Faris menuturkan pentingnya ruang aktivasi kampus karena dapat mengembalikan kepercayaan mahasiswa bahwa kampus adalah ruang aman untuk berekspresi serta menghidupkan kembali ruang diskusi.
“Kegiatan seperti mimbar bebas sangat positif karena bisa menghidupkan lagi suasana kampus, saling berdiskusi antar mahasiswa, dan menambah wawasan. Dengan adanya aktivasi kampus, kita harus ingat bahwa kampus adalah ruang akademik yang aman dan bebas dari intervensi siapa pun,” katanya.
Editor: Dzikrie Tyasmadha
