Di Bandung Di Asia Afrika Untuk Dunia Tanpa Zionisme dan Kolonialisme
(Foto: Zilham Al Fathir/KMJurnalistik.com)
Oleh: Naba Sharim Fiishafar
Sabtu (18/4/2026), di Jl. Asia – Afrika, RAWS Syndicate Indonesia, Bandung Protest, dan Solidaritas Seni untuk Palestina menggelar aksi “Asia Afrika Berkabung Pestipal – Dunia Tanpa Zionism Kolonialisme”. Aksi ini menyerukan agar berhenti melakukan serangan terhadap Lebanon, Palestina, dan Iran. Aksi ini juga bertepatan dengan memperingati 71 Tahun Konferensi Asia Afrika.
Salah satu inisiator aksi ini, Wanggi Hoed menjelaskan tentang keberlanjutan gerakan ini dan memberikan keterangan bahwasannya aksi hari ini tidak ditunggangi oleh siapapun.
“Iya, akan terus berlanjut karena kita gerakan organik, tidak ditunggangi dan tidak berafiliasi dengan apapun, gerakan organik di Indonesia tidak ada, makanya kami lahirkan gerakan organik.” ungkapnya.
Baginya, gelaran aksi ini organik dan tidak berafiliasi dengan siapapun, ia tidak melihat adanya gerakan organik di indonesia, oleh karena itu ia melahirkan gerakan organik tersebut. Aksi ini pun akan terus berlanjut dan tidak hanya sesaat saja.
Pada aksi ini juga terdapat beberapa pertunjukan musik dari beberapa penampil secara sukarela, Wanggi Hoed menyatakan bahwa beberapa penampil tersebut tidak sama sekali dibayar.
“Ya, mereka datang sukarela dengan waktu yang mereka luangkan, mereka tanpa dibayar, sepeserpun mereka sangat tulus dan ikhlas untuk berlama lama dengan gerakan organik ini. Mereka lahir untuk sebuah perjuangan bersama menyuarakan mereka pastinya di Asia Afrika, mereka kompetitif.” tambahnya.
Gavin, salah satu audiens menyebutkan bahwa kehadirannya didorong oleh beberapa teman dan yang membagikan poster aksi ini. Setelah mengikuti gerakan tersebut, Gavin melihat bahwa masih ada masyarakat Indonesia yang peduli terhadap pembantaian di Palestina meskipun melalui suara suara kecil.
“Untuk saya pribadi untuk kehadiran saya saat ini sih tentunya didorong oleh mungkin teman-teman yang lain juga yang mengirimkan poster bahwasannya hari ini akan ada aksi dan juga mengajak teman-teman semua untuk turun ke lapangan langsung. Alhamdulillahnya sih dengan perjalanan kegiatan hari ini setidaknya saya masih bisa melihat, tidak semua rakyat Indonesia yang melegitimasi bahwasanya terjadinya pembantaian yang ada di sana, setidaknya indonesia masih bisa membuktikan dirinya bisa membela Palestina dengan suara suara kecilnya.” sebutnya.
Peserta aksi lain juga, Ronnie, turut menyatakan bahwasannya penjajahan yang dilakukan kepada Palestina harus dihapuskan, secara undang undang yang ada di Indonesia.
“Ya, karena sebagaimana undang-undang dasar kita ya, biasanya penjajahan itu harus dihapuskan tentunya, baik itu penjajahan fisik, pikiran, tentunya itu perlu dihapuskan.” katanya.
Ronnie pun berharap agar masyarakat kita sadar untuk melihat bahwa masih banyak penjajahan.
“Sampai saat ini Israel tentunya masih menjajah, Negeri-negeri di seluruh dunia, bukan hanya Palestina, Palestina hanya satu dari sekian negara yang banyak dijajah dan Palestina yang mewakili daripada keburukan kebiadaban Zionisme. Maka dari itu disini menyuarakan supaya orang-orang sadar bahwa kita sudah dijajah.” tambah Ronnie.
Editor: Rafli Fitrananda Alsa
