Midwest Emo: Cinta, Keraguan dan Harapan

(Foto: eastcapejourney/Instagram)

Oleh: Habib Al’Arif

Musik adalah salah satu sarana menyampaikan pesan melalui lirik lagu. Musik memiliki banyak arti bagi pendengarnya, pastinya bagi pencipta musik itu sendiri, musik juga menjadi sarana untuk mengekspresikan suasana hati.

Berawal sejak awal 1990-an di wilayah Midwest AS sebagai respon terhadap emo hardcore, menawarkan suara yang lebih melodik, kompleks, dan introspektif dengan gitar yang “jangly” dan ritme dinamis, dipelopori oleh band seperti Cap’n Jazz, American Football, dan The Promise Ring.

Di Negara ini dijuluki sebagai lagu “Wong Kalahan” tetapi lebih tapatnya lagu untuk “Wong introspektif” karena, bukan perihal siapa yang kalah, melainkan siapa yang cukup jujur untuk mengucapkan, “Aku nggak baik-baik aja, dan itu gapapa” karena menyadari bahwa rapuh adalah cara jiwa mengingatkan ia pernah berharap terlalu dalam.

Julukan ini muncul bukan tanpa alasan, sebab lirik-liriknya banyak berbicara tentang kegagalan, keraguan diri, hubungan yang kandas, hingga perasaan tertinggal dalam hidup. Namun, di balik julukan tersebut, Midwest emo justru menjadi ruang aman bagi pendengarnya untuk mengakui rasa sakit tanpa perlu berpura-pura kuat, dan tidak baik-baik saja merupakan bagian menjadi manusia.

Akhir-akhir ini saya sedang sering mendengarkan “Hope You Found Me” by Eastcape, sebagai lagu pengantar tidur dan pengiring ketika sedang mandi, paling syahdu sih ketika sedang perjalanan pulang menuju rumah, apalagi setelah hujan.

You’re my expectation, I found what i need in you” sepenggal lirik dari bagian reff yang selalu terngiang ketika memejamkan mata, lirik yang terasa menampar namun sekaligus memeluk ku.

Harapan sekaligus Keraguan tersusun rapih dalam lirik ini, ntah bagaimana ceritanya, namun ini sudah menjadi satu kesatuan yang mungkin tak bisa di pisahkan,bukan? bagaimana tidak jika makna dari lagu itu sendiri memang menyimpan sedikit keraguan dibalik segala tanya dan harap agar orang yang dicintai “menemukannya.

But do you feel the same way

I just hope you found me too

Lagi-lagi harap selalu terucap dalam lagu ini, seolah menjadi ruang kecil untuk perasaan yang tak sempat terucap namun akhirnya menemukan suara.

Ada ketakutan untuk berharap terlalu jauh, tapi juga ada keberanian untuk tetap menunggu dengan diam, menemani pertanyaan-pertanyaan yang tak terjawab dikepala.

Mungkin karena itu, lagu ini terasa dekat bagi banyak orang, ia tak mencoba menggurui tentang bagaimana seharusnya mencintai atau merelakan, melainkan sekadar hadir sebagai teman duduk di perjalanan pulang yang panjang.

Dan dibalik tiap melodi yang tenang, tersimpan rasa rindu yang tidak memaksa untuk dipenuhi. Rindu yang cukup dibiarkan hidup dalam ingatan, layaknya aroma hujan yang membawa pulang kenangan.

Below the lights of my room

I’m still alone with my delusion

you haunt me every night

my heart stuck with you

Barangkali lagu ini bukan tentang ditemukan oleh seseorang, melainkan tentang keberanian untuk tetap merasa di dunia yang sering memaksakan kita menahan emosi dalam rasa kebingungan, diantara segala harap yang sempat hilang.

Pada akhirnya,Hope You Found Meterdengar seperti doa sederhana, “Semoga dimana pun ia berada, ia pernah merasakan ketulusan yang sama, bukan tentang apakah kisahnya berakhir bersama, tetapi tentang bagaimana dua hati pernah saling bertemu, walau hanya sementara”.

Editor: Rafli Fitrananda Alsa