Bojan Hodak Sang “Messiah” Dari Zagreb Untuk Bandung

(Sumber Foto: ileague.id)

Oleh: Muhamad Naufal Diguna

Bojan Hodak ialah pelatih yang lahir di sisi barat laut daratan Yugoslavia atau yang sekarang disebut Kroasia tepatnya di kota Zagreb. Pelatih berkepala plontos ini lahir pada 4 Mei 1971 ketika Kroasia masih menjadi bagian dari negara Yugoslavia. Bojan Hodak mengawali karir di dunia sepak bola sebagai pemain di Krosia dan berposisi sebagai bek tengah. Karir Bojan sebagai pemain diawali membela klub Vrapce dan pensiun di Trnje pada medio 2002. Karir  kepelatihan diawali dengan menjadi asisten pelatih di klub UPB-MyTeam dan Phnom Penh Crown di Kamboja. Lalu ia melatih berbagai tim di Asia yaitu Kelantan F.A, Johor Darul Ta’jim, dan PSM Makassar.

Pada tahun 2022, kota Bandung memanas akibat hasil rentetan buruk yang diraih oleh Persib Bandung. Para bobotoh mendesak manajemen Persib Bandung untuk mengakhiri Kerjasama dengan pelatih berkebangsaan Belanda, yaitu Robert Rene Albert. Pelatih yang sering menggunakan topi tenis ini mengawali start yang buruk yaitu 2 kekalahan melawan Madura United dan Borneo FC dan hasil imbang melawan Bhayangkara FC, lalu berkat kesadaran diri Robert Rene Albert mengundurkan diri dari kursi kepelatihan pangeran biru.

19 Agustus 2022, warganet Indonesia khususnya masyarakat kota Bandung dikejutkan dengan datangnya pelatih berpaspor Spanyol yaitu Luis Milla berhasil didatangkan oleh manajemen Persib Bandung untuk menggantikan sang meneer asal Belanda yaitu Robert Rene Albert. Menariknya Luis Milla datang dengan membawa gerbong Spanyol untuk menangani tim asal kota Bandung ini. Para bobotoh menaruh harapan penuh terhadap sang entrenador untuk membawa Persib kembali mengulang masa kejayaan pada tahun 2014 silam.

Awal kedatangan Luis Milla Persib mendapat hasil kemenangan yaitu melawan Rans Nusantara FC dengan skor 2-1, gol yang dicetak oleh sang juru gedor asal Brazil yaitu David Da Silva pada menit ke-27 dan Ciro Alves pada menit 45+1. Setelah pertandingan itu Persib Bandung terus meraih hasil positif dan terus mendekati sang pemuncak klasemen pada musim itu yaitu PSM Makassar untuk memperebutkan tahta juara liga 1. Namun sayangnya pada akhir musim Persib seakan kehabisan bensin dan performa tim terus menurun sehingga Persib kalah dalam perburuan juara, dan juara pada musim itu yakni PSM Makassar.

Persib menatap musim 2023-2024 dengan penuh optimis, karena pasalnya Luis Milla masih bersama Persib Bandung untuk mengarungi musim 2023-2024. Pada awal musim ini Persib mengawali dengan hasil yang kurang baik yaitu imbang di hadapan ribuan bobotoh dengan hasil 1-1 melawan Madura United, lalu Persib terus mengalami hasil remis melawan Arema FC dan Dewa United.

Pada 15 Juli 2023, publik Bandung digemparkan dengan berita pengunduran diri Luis Milla dengan alasan keluarga. Persib yang sedang berada di zona degradasi ini mengalami kebingungan karena ditinggal pelatih dengan alasan yang tidak jelas.

26 Juli 2023, Persib kedatangan pelatih yang tidak disangka kedatangannya di kota kembang yaitu sang pelatih yang berasal dari Kroasia yang sebelumnya melatih Kuala Lumpur City FC. Bobotoh tidak tahu menahu darimana asal pelatih ini datang, bahkan bobotoh sudah underestimate terhadap pelatih ini. Bobotoh bilang ini adalah sebuah kemunduran karena yang sebelumnya dilatih oleh pelatih yang prestasi nya tidak diragukan lagi dan diganti dengan pelatih yang hanya melatih tim-tim Asia.

Start awal melatih Bojan Hodak diawali dengan hasil remis melawan Bali United dengan skor 0-0, yang membuat publik mempertanyakan tentang bagaimana nasib Persib kedepannya. Setelah beberapa pertandingan yang dilakoni anak asuh Bojan Hodak mendapat hasil kemenangan pertama yaitu dengan melawan Persita Tangerang yang diselenggarakan di stadion GBLA. Setelah hasil itu Persib terus meraih hasil positif yang membuat bobotoh mulai mempercayai kepada pelatih tangan dingin Bojan Hodak. Persib terus merangkak yang awalnya diambang degradasi menjadi posisi kedua dan pada saat itu format kompetisi yang sebelumnya format kompetisi penuh menjadi championship series.

Persib melaju ke babak championship dengan bertengger di posisi runner-up dibawah Borneo FC. Pada babak championship series Persib melawat ke pulau dewata dengan melawan Bali United untuk melakoni semifinal championship series. Pertandingan yang dilaksanakan di pinggir Pantai purnama tepatnya di Training Ground Bali United ini Persib berhasil menahan imbang sang tuan rumah dengan skor 1-1, lalu ketika Persib menjamu Bali United di stadion Si Jalak Harupat berhasil meraih kemenagan dengan skor meyakinkan yaitu 3-0 yang dilesakkan oleh Ciro Alves, Febri Hariyadi, dan Edo Febriansyah.

Pada babak final Persib Bandung akan menantang tim yang berjuluk laskar sape kerab yaitu Madura United yang berhasil menaklukkan sang pemuncak klasemen yaitu Borneo FC. Pada leg pertama Persib lebih dulu menjamu sang lawan di stadion Si Jalak Harupat, Persib berhasil meraih kemenangan kembali dengan skor 3-0. Lalu pada tanggal 31 Mei 2024 Madura United menjamu Persib Bandung di stadion Gelora Bangkalan, pada pertandingan ini Maung Bandung berada di atas angin karena pada pertandingan sebelumnya persib berhasil menaklukkan Madura United, dan benar saja Persib berhasil menang dan menjadi juara kasta teratas setelah kurang lebih 10 tahun tidak merasakan mengangkat trofi paling bergengsi di Indonesia.

Bobotoh bersuka ria menyambut sang juara dengan memadati beberapa ruas jalan raya di kota Bandung, seakan perayaan ini tidak boleh selesai 7 hari 7 malam karena bobotoh haus akan prestasi yang diraih oleh tim kebangaannya.

Pada musim 2024-2025, kompetisi akan kembali seperti semula yaitu dengan format kompetisi penuh. Bobotoh lagi-lagi meragukan akan kemampuan Bojan Hodak, pasalnya Persib tidak pernah menjadi juara dengan format kompetisi penuh, Persib selalu juara ketika format kompetisi diadakan seperti turnamen atau ada pertandingan finalnya.

Di musim 2024-2025 ini Bojan Hodak tidak banyak merubah komposisi pemain, hanya menambah beberapa saja yang kurang. Awal yang baik bagi maung bandung dengan terus meraih hasil positif, bahkan Persib mengalami kekalahan perdana pada pertandingan melawan Dewa United pada matchday ke-19 pada tanggal 17 Januari 2025.

Hasil positif yang terus diberikan oleh Marc Klok cs ini membuat kabar baik dan berhembus angin segar ke kota Bandung, pasalnya Persib bisa memecahkan rekor backtoback champions dan rekor menjadi juara dengan format kompetisi penuh. Dan benar saja persib terus menjauh dari pesaing terdekatnya yaitu Dewa United dan Persebaya Surabaya, dan pada akhirnya Persebaya Surabaya harus puas dengan hasil remis melawan Persik Kediri dan harus gigit jari karena melihat rivalnya berhasil menjadi juara dalam dua tahun berturut turut.

Dan lagi lagi pada musim ini Bojan Hodak membuat publik Bandung menangis haru, pasalnya Persib berhasil menunjukkan dominasi nya lagi di kancah sepakbola tertinggi di Indonesia. Persib berhasil menjadi juara lagi dalam tiga tahun berturut turut berkat magis nya Bojan Hodak. Tapi selepas perayaan konvoi juara Persib bobotoh merasa kelabu, karena pasalnya Bojan Hodak akhirnya resmi meninggalkan kursi kepelatihan Persib Bandung.

Bojan hodak datang ke bandung bagaikan “messiah”, karena pada awalnya banyak yang mempertanyakan bagaimana dia bisa membawa tim kebanggan Jawa Barat ini berjaya kembali. Namun Bojan Hodak sanggup menjawab semua keraguan. Di akhir saya ingin mengutip sepenggal lirik dari lagu Perunggu, “Bandung kan selalu memelukmu, Bojan Hodak!”

Editor: Zidan Al-Afgani